TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing tengah memfokuskan upaya pembenahan sektor pariwisata dalam program kerja 100 hari pertama mereka. Salah satu yang menjadi prioritas utama adalah penataan kawasan wisata Pantai Panjang, ikon wisata unggulan kota ini.
Sebagai langkah awal, Dedy-Ronny menggandeng berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam menata ulang kawasan tersebut agar menjadi lebih bersih, nyaman, dan tertib. Salah satu instansi yang turut ambil bagian adalah Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program pemerintah daerah ini. Ia menilai penataan Pantai Panjang sangat penting demi menciptakan kawasan wisata yang aman dan menyenangkan bagi masyarakat maupun wisatawan.
"Ketika kita sudah mengambil langkah, maka harus berhasil. Kami dari Polresta Bengkulu mendukung penuh penataan kawasan Pantai Panjang. Terutama area jogging track, itu harus bersih dari segala bentuk pelanggaran," ujar Sudarno dalam keterangannya.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Pantai Panjang saat ini, yang dinilainya masih semrawut. Banyak ditemukan lapak pedagang yang berdiri tidak sesuai aturan. Bahkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat beberapa pedagang yang menguasai lahan hingga mencapai luas 50 x 50 meter.
"Tentu ini sangat disayangkan. Tidak boleh ada pihak yang mengklaim atau menguasai ruang publik secara berlebihan. Jika masih ada yang melanggar, kami tidak akan ragu untuk bertindak tegas," tegas Sudarno.
Ia juga menambahkan bahwa kepolisian akan selalu berdiri di garis terdepan dalam menjaga ketertiban dan menegakkan peraturan, selama kebijakan tersebut sejalan dengan kepentingan masyarakat luas.
"Apapun kebijakan pemerintah daerah, selama itu untuk kebaikan bersama, kami tidak punya alasan untuk tidak mendukung. Ini demi masa depan Kota Bengkulu yang lebih baik," ucapnya.
Penataan Pantai Panjang ini dirancang untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata yang aman, bersih, dan ramah keluarga. Pemerintah Kota Bengkulu ingin memastikan para pedagang tetap bisa berjualan, namun harus mematuhi aturan zonasi dan tidak merusak estetika kawasan.
Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing berharap dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat, Pantai Panjang dapat kembali menjadi magnet wisata yang membanggakan. Harapannya, selain menarik wisatawan, juga bisa meningkatkan ekonomi warga secara tertata dan berkelanjutan.
"Penataan ini bukan untuk menyulitkan pedagang, tapi untuk kebaikan bersama. Kami ingin wisatawan yang datang merasa nyaman dan aman," pungkas Dedy dalam kesempatan terpisah.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah dan aparat penegak hukum, program 100 hari kerja Dedy-Ronny di sektor pariwisata ini diyakini mampu membawa dampak positif bagi wajah Kota Bengkulu ke depannya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra