TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu semakin serius mengawal pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan terhadap seluruh proses penyediaan makanan diperkuat guna memastikan setiap hidangan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar gizi, kebersihan, mutu, serta keamanan pangan.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) oleh Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Bengkulu bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muara Dua, Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Kamis (5/11/2026) dini hari.
Pemeriksaan yang berlangsung di dapur berlokasi di Jalan Citanduy tersebut dipimpin Wakil Ketua Satgas MBG Provinsi Bengkulu yang juga menjabat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denni.
Turut mendampingi Kepala KPPG Provinsi Bengkulu, Dr. Nurjaeni, serta Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) SPPG Bengkulu, Iqbal Ramadhan. Sejumlah pejabat dari organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI-Polri, dan instansi teknis juga ikut dalam kegiatan tersebut.
Di antaranya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Abdul Hadi, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Iskandar Rahmatullah, Kepala Kesbangpol Mif Tarul Ilmi, serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan tidak hanya melihat kondisi umum dapur, tetapi juga menelusuri berbagai tahapan operasional yang berhubungan langsung dengan kualitas makanan.
Pemeriksaan mencakup kondisi bahan baku, sistem penyimpanan, kebersihan peralatan memasak, sanitasi lingkungan, proses pengolahan, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP) oleh para petugas dapur.
Setiap tahapan menjadi perhatian karena keamanan makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga bagaimana bahan tersebut disimpan, diolah, dan dipersiapkan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Wakil Ketua Satgas MBG Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, mengatakan pengawasan langsung merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program agar berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, kegiatan inspeksi tidak boleh hanya dilakukan ketika muncul persoalan. Pengawasan berkala diperlukan sebagai langkah pencegahan untuk mengidentifikasi potensi kekurangan sebelum berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
"Pengawasan seperti ini akan terus kita lakukan secara rutin agar standar mutu, kualitas makanan, serta pelayanan dapur tetap terjaga. Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan SOP yang telah ditetapkan," tegas Denni.
Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan pelaksanaan MBG di seluruh wilayah Bengkulu berlangsung dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan, terutama yang berkaitan dengan keamanan makanan.
Selain pemeriksaan langsung terhadap fasilitas dan proses pengolahan, tim Satgas MBG juga melakukan pengambilan sejumlah sampel dari dapur SPPG Muara Dua.
Sampel tersebut selanjutnya akan menjalani pengujian melalui Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) wilayah Bengkulu. Pemeriksaan laboratorium ini menjadi langkah tambahan untuk memastikan makanan yang diproduksi memenuhi persyaratan keamanan pangan.
Denni menjelaskan, pengujian sampel diperlukan agar pengawasan tidak hanya mengandalkan pengamatan secara kasatmata. Dengan pemeriksaan lebih lanjut, kualitas makanan dapat dievaluasi secara lebih menyeluruh.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat yang menerima manfaat program MBG.
Kepala KPPG Provinsi Bengkulu, Dr. Nurjaeni, mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan terhadap operasional dapur SPPG.
Ia menilai kolaborasi antara KPPG, pemerintah provinsi, BGN, dan instansi teknis sangat diperlukan agar pelaksanaan program memiliki standar pelayanan yang konsisten.
Menurut Nurjaeni, keberhasilan MBG bukan semata-mata ditentukan oleh tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat. Lebih dari itu, makanan yang disediakan harus benar-benar aman, berkualitas, dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Dalam pemeriksaan di SPPG Muara Dua, tim menemukan beberapa catatan bersifat minor yang perlu mendapatkan perhatian pengelola dapur.
Nurjaeni meminta seluruh masukan hasil inspeksi tersebut segera ditindaklanjuti agar kekurangan yang ditemukan tidak berkembang menjadi persoalan lebih besar.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada penanggung jawab dan pengelola dapur mitra SPPG Muara Dua yang telah menerima kedatangan tim pemeriksa meskipun inspeksi berlangsung pada dini hari.
Pemprov Bengkulu memastikan kegiatan pengawasan tidak berhenti pada satu lokasi. Pemeriksaan terhadap dapur-dapur SPPG di berbagai kabupaten dan kota akan terus diperkuat melalui koordinasi lintas instansi.
Denni menyebut langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan agar seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG benar-benar memperhatikan penerapan SOP dan standar keamanan pangan.
Koordinasi dengan KPPG, Badan Gizi Nasional, OPD teknis, serta unsur TNI-Polri juga akan terus ditingkatkan untuk memastikan setiap tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai tanggung jawab masing-masing.
Sebagai salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, MBG diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, pencapaian tujuan tersebut harus didukung pengelolaan dapur yang profesional, sistem distribusi yang baik, serta pengawasan kualitas makanan secara berkelanjutan.
Melalui sidak, pengujian sampel, dan evaluasi rutin, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap seluruh potensi risiko keamanan pangan dapat diketahui lebih awal.
Dengan pengawasan yang semakin ketat, masyarakat diharapkan memperoleh makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga higienis, aman dikonsumsi, dan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra