Skip to main content

Uji Coba E-Pilotage di Tanjung Priok Membawa Perubahan Signifikan dalam Pelayaran

Uji Coba E-Pilotage di Tanjung Priok Membawa Perubahan Signifikan dalam Pelayaran.sabtu (16.12)(ft : Istimewa)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Uji coba Test Bed E-Pilotage yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Alur Pelabuhan Tanjung Priok telah membawa inovasi besar dalam dunia pelayaran. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan peraturan, sumber daya manusia, serta infrastruktur untuk menerapkan pemanduan elektronik (E-Pilotage) yang efisien.

Tujuan dari uji coba ini adalah untuk mendapatkan masukan yang berharga serta evaluasi yang diperlukan dalam menyusun regulasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan memastikan kesiapan sarana serta prasarana untuk pemanduan elektronik.

Dalam pernyataannya, Dirjen Perhubungan Laut, Capt Antoni Arif Priadi, menyebut bahwa revolusi industri 4.0 telah memberikan peluang besar dalam pelayaran dengan adopsi teknologi informasi. Implementasi E-Pilotage diharapkan akan meningkatkan pelayanan navigasi kepada perusahaan pelayaran dan pengguna jasa, serta mendukung efisiensi dan peningkatan kinerja.

Menekankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama, Capt Antoni menjelaskan bahwa pelaksanaan E-Pilotage membutuhkan perhatian pada berbagai hal, termasuk perumusan kebijakan, kesiapan infrastruktur, peningkatan kompetensi, serta aspek legalitas asuransi.

Uji coba ini termasuk dalam program Quick Wins Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang bertujuan mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran melalui layanan pemanduan elektronik di berbagai Distrik Navigasi di seluruh Indonesia.

Menyambut hasil uji coba yang sukses, Capt Budi Mantoro, Direktur Kenavigasian, menjelaskan bahwa Test Bed E-Pilotage di Tanjung Priok mengacu pada ketentuan PM 4 tahun 2023 yang memiliki tiga jenis metode pelaksanaan. Dalam hal ini, distrik navigasi Tanjung Priok menggunakan metode pertama, yakni pandu di atas kapal dan pandu di VTS.

Kepala Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok, Muhammad Anto Julianto, menegaskan pentingnya pemanfaatan data elektronik dari VTS untuk mendukung keputusan petugas pandu dalam memandu kapal, guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelayaran.

Uji coba ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk petugas pandu dari PT SPJM dan kapal KMP. Sakura Express dari PT BMNL. Hasilnya, pemanduan elektronik dari VTS Tanjung Priok berhasil membawa Kapal KMP. Sakura Express sandar dengan aman di Pelabuhan Tanjung Priok. Evaluasi dari uji coba ini akan menjadi panduan untuk meningkatkan layanan dan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Tanjung Priok.Sumber : Info Publik.

Pewarta: Gunawan

Editing : Adi Saputra