Skip to main content

PAPDI Bengkulu 2025–2028 Dilantik, Pemprov Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menghadiri pelantikan Pengurus PAPDI Cabang Bengkulu periode 2025–2028 di Hotel Mercure Bengkulu, Sabtu (7/11). Pemprov berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memperkuat kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi bencana.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>> Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Bengkulu mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, memperkuat kompetensi dokter spesialis, serta mendukung pemerataan akses layanan medis bagi masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, ketika menghadiri pelantikan Pengurus PAPDI Cabang Bengkulu masa bakti 2025–2028 di Hotel Mercure Bengkulu, Sabtu (7/11).

Khairil hadir mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada jajaran pengurus yang baru dilantik dan berharap amanah organisasi dapat dijalankan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Khairil, organisasi profesi kedokteran bukan sekadar wadah untuk menghimpun tenaga medis berdasarkan bidang keahlian. Lebih dari itu, PAPDI memiliki tanggung jawab strategis dalam mendorong kemajuan ilmu kedokteran, meningkatkan profesionalisme dokter, serta membantu pemerintah menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.

Ia menilai tantangan pembangunan kesehatan di Bengkulu membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi yang memiliki sumber daya manusia dengan keahlian khusus di bidang penyakit dalam.

Salah satu perhatian yang disampaikan Khairil adalah kondisi geografis Bengkulu yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.

Wilayah ini memiliki tingkat kerawanan terhadap aktivitas geologi, termasuk gempa bumi dan potensi tsunami. Kondisi tersebut membuat kesiapan sektor kesehatan menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana daerah.

Khairil berharap PAPDI dapat ikut memperkuat kemampuan tenaga medis dalam menghadapi situasi darurat, terutama ketika bencana alam menyebabkan banyak korban membutuhkan pertolongan kesehatan secara cepat dan tepat.

Menurutnya, dokter spesialis penyakit dalam memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam penanganan berbagai kondisi medis kompleks, baik dalam pelayanan rutin maupun ketika terjadi keadaan darurat berskala besar.

"Kesiapsiagaan sektor kesehatan sangat penting mengingat Bengkulu memiliki potensi risiko bencana. Kami berharap PAPDI dapat mengambil peran strategis dalam meningkatkan kapasitas tenaga medis, khususnya untuk penanganan kegawatdaruratan dan pelayanan kesehatan saat bencana," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun koordinasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan organisasi profesi agar penanganan medis dapat berlangsung secara terintegrasi.

Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat PAPDI Nomor 337/PP PAPDI/SK/XI/2025 tertanggal 19 November 2025, kepengurusan PAPDI Cabang Bengkulu periode 2025–2028 dipimpin oleh dr. Annelin Kurniati, Sp.PD, FINASIM sebagai ketua.

Dalam menjalankan roda organisasi, Annelin didampingi dr. Ety Febrianti, Sp.PD, K-G.E.H, FINASIM sebagai Wakil Ketua I dan dr. Merianson, Sp.PD, K-P.M.K, FINASIM sebagai Wakil Ketua II.

Sementara posisi sekretaris dipercayakan kepada dr. Mulya Sundari, Sp.PD, FINASIM, sedangkan jabatan bendahara diemban dr. Ellidya Mustika, Sp.PD, FINASIM.

Kepengurusan baru ini juga dilengkapi sejumlah bidang yang memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai kebutuhan organisasi.

Bidang tersebut mencakup hukum dan pembelaan anggota, pengembangan layanan dan advokasi kompetensi penyakit dalam, pendidikan dan pelatihan ilmiah, hubungan antarlembaga dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penelitian dan kompetisi ilmiah, hingga seni budaya dan olahraga.

Selain itu, terdapat bidang entrepreneurship, kegiatan sosial dan kebersamaan keluarga, pengabdian masyarakat, kerohanian dan kesehatan mental, media, serta penggalangan dana.

Pembagian bidang tersebut diharapkan mampu memperluas ruang gerak organisasi, baik dalam meningkatkan kualitas profesi maupun menjalankan kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Dr. dr. Eka Ginanjar, Sp.PD, K-Kv, FINASIM, FACP, FICA, MARS, SH, turut menyampaikan harapan agar kepengurusan baru di Bengkulu dapat bekerja secara solid dan konsisten melaksanakan agenda organisasi.

Ia menilai keberlanjutan program serta kekompakan seluruh anggota merupakan modal penting untuk menjaga eksistensi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi PAPDI terhadap pembangunan kesehatan.

Eka juga mengharapkan hubungan kerja sama antara PAPDI Cabang Bengkulu dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan semakin erat.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan medis, pengembangan kompetensi dokter spesialis, serta memperluas manfaat kehadiran organisasi profesi bagi masyarakat.

Pergantian kepengurusan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen dan melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis sebelumnya.

Dengan kepengurusan baru periode 2025–2028, PAPDI Bengkulu diharapkan semakin aktif mengambil bagian dalam menjawab tantangan kesehatan daerah, termasuk peningkatan mutu layanan rumah sakit, pengabdian kepada masyarakat, dan kesiapan menghadapi bencana.

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan kalangan profesional medis menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun sistem kesehatan Bengkulu yang tangguh, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra