Skip to main content

Penataan Kawasan Wisata Pantai Panjang Hampir Rampung, Zona Dua Segera Ditata

Penataan Kawasan Wisata Pantai Panjang Hampir Rampung, Zona Dua Segera Ditata

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<<>>>>   Proses penataan kawasan wisata Pantai Panjang Bengkulu menunjukkan progres signifikan. Saat ini, penataan di zona satu telah mencapai tahap akhir. Pemerintah Kota Bengkulu bersama jajaran terkait telah melakukan pembersihan menyeluruh di area tersebut, termasuk membongkar pondok-pondok liar milik para pedagang yang sebelumnya berdiri tidak sesuai aturan.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong lanjutan akan kembali dilaksanakan pada Jumat, 13 Juni mendatang. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu akan bekerja sama dengan jajaran TNI, Polri, termasuk dari pihak Lanal untuk membersihkan sisa-sisa puing dari bangunan liar yang telah dibongkar.

“Pada hari Jumat nanti, kami akan menggelar aksi gotong royong bersama Polda, TNI, dan Lanal. Semua pihak akan bergabung untuk membersihkan Pantai Panjang dari puing-puing sisa pembongkaran. Selain itu, kami juga akan mulai memasang lampu penerangan agar kawasan ini menjadi lebih terang dan nyaman untuk dikunjungi. Setelah zona satu selesai, kami akan beralih ke penataan zona dua,” ujar Dedy saat diwawancarai, Selasa (10/6).

Dedy menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak melarang aktivitas jual beli di kawasan Pantai Panjang. Namun, menurutnya, aktivitas tersebut harus dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung lain. Pemkot ingin menata ulang zona-zona aktivitas agar kawasan wisata tersebut bisa dinikmati semua kalangan, termasuk masyarakat yang hanya ingin menikmati keindahan pantai secara gratis.

“Perlu kami luruskan, bukan berarti tidak boleh berjualan di Pantai Panjang. Hanya saja harus ada pengaturan yang jelas mengenai zona yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk kegiatan jual beli. Ada area tertentu yang diperbolehkan untuk pedagang, dan ada juga area yang harus steril dari aktivitas tersebut, agar pengunjung bisa menikmati pantai tanpa merasa terganggu atau terbebani biaya,” lanjutnya.

Dedy menambahkan, banyak keluhan dari masyarakat yang datang hanya untuk menikmati suasana pantai, namun harus mengeluarkan biaya hanya untuk duduk atau parkir. Hal ini membuat Pemkot bertekad untuk menyediakan ruang publik yang benar-benar bebas biaya, agar siapa pun bisa menikmati wisata Pantai Panjang tanpa tekanan ekonomi.

“Selama ini ada pengunjung yang hanya ingin duduk-duduk sebentar, tapi harus bayar parkir atau bahkan dipaksa belanja. Ini yang tidak kita inginkan lagi. Kita ingin Pantai Panjang menjadi milik bersama, tempat wisata yang ramah bagi semua kalangan, baik yang ingin bersantai, berolahraga, maupun berjualan secara tertib,” tegasnya.

Dengan penataan yang terus dilanjutkan hingga zona dua dan selanjutnya, Pemerintah Kota Bengkulu berharap Pantai Panjang dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang tertata, bersih, dan nyaman, baik bagi warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra