Skip to main content

Reses di Dapil IV, Rahmat Widodo Terima Banyak Usulan Bedah Rumah

Reses di Dapil IV, Rahmat Widodo Terima Banyak Usulan Bedah Rumah

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PKS, Rahmat Widodo, menggelar kegiatan reses pertama masa sidang tahun 2026 di kediamannya, Selasa (17/2/2026). Reses tersebut dihadiri puluhan warga dari Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

Dalam suasana yang berlangsung terbuka dan penuh dialog, masyarakat tampak antusias menyampaikan aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur hingga kebutuhan bantuan sosial. Rahmat Widodo menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan salah satu mekanisme penting dalam proses pembangunan daerah, karena menjadi sarana resmi bagi anggota dewan untuk menjaring aspirasi langsung dari konstituen.

Menurut Rahmat, terdapat dua jalur utama dalam menyerap kebutuhan masyarakat untuk pembangunan di Kota Bengkulu. Pertama melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang dimulai dari tingkat kelurahan hingga forum RKPD. Kedua adalah melalui reses anggota dewan seperti yang dilakukan saat ini. Melalui dua jalur tersebut, pemerintah daerah diharapkan memiliki data yang lebih lengkap dan akurat terkait kebutuhan riil masyarakat.

“Reses ini saya laksanakan secara konsisten di daerah pemilihan saya, yakni Dapil IV. Aspirasi yang disampaikan masyarakat pada umumnya tidak jauh dari persoalan pembangunan fisik. Ini menunjukkan bahwa masih banyak kebutuhan dasar warga yang perlu mendapat perhatian,” ujar Rahmat.

Beberapa usulan yang mencuat dalam pertemuan tersebut antara lain perbaikan jalan di kawasan Jalan Merawan dan Jalan Dempo, serta permintaan pembangunan pelapis tebing untuk mencegah longsor di beberapa titik rawan.

Warga menilai kondisi infrastruktur di wilayah mereka sudah cukup memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera agar tidak membahayakan keselamatan.
Rahmat menilai aspirasi tersebut bersifat realistis dan memang sangat dibutuhkan masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum turut hadir dan mencatat langsung berbagai usulan yang disampaikan warga. Menurutnya, kehadiran dinas teknis sangat penting agar aspirasi yang masuk tidak hanya berhenti sebagai catatan, tetapi bisa segera ditindaklanjuti dalam perencanaan program.

“Apa yang disampaikan warga hari ini sudah dicatat oleh Dinas PU dan juga akan saya masukkan dalam laporan reses. Harapannya, usulan-usulan ini bisa direalisasikan dalam anggaran tahun 2027 mendatang,” kata Rahmat.
Selain pembangunan infrastruktur, isu bantuan perbaikan rumah juga menjadi salah satu topik yang banyak dibahas.

Rahmat menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2026 sebenarnya sudah dialokasikan dana sekitar Rp1,5 miliar untuk program bedah rumah bagi warga Kota Bengkulu. Setiap unit rumah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta, dengan rincian Rp17 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp3 juta untuk upah tukang.

Namun demikian, Rahmat menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh calon penerima. Pertama, status kepemilikan rumah harus jelas dan sah. Kedua, kondisi fisik rumah memang benar-benar layak untuk dibantu, misalnya masih berdinding papan, lantai belum berkeramik, atau struktur bangunan sudah tidak aman.

“Siapa pun warga yang mengajukan permohonan kepada saya, akan saya perjuangkan selama memenuhi syarat. Kita ingin bantuan ini tepat sasaran, benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi secara tertulis agar dapat diproses lebih lanjut. Surat permohonan tersebut nantinya akan diverifikasi dan dikoordinasikan dengan instansi terkait sebelum masuk dalam daftar penerima bantuan.

Melalui kegiatan reses ini, Rahmat berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik. Ia menilai keterlibatan langsung warga dalam menyampaikan kebutuhan mereka merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan merata di Kota Bengkulu.

“Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang dialog yang nyata antara rakyat dan wakilnya. Saya berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi ini agar bisa diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program nyata,” tutup Rahmat.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra