Skip to main content

Ronny Tobing Sidak Kominfo Kota Bengkulu, Temukan Pegawai Mangkir Tanpa Keterangan

Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing saat melakukan inspeksi mendadak di Kantor Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Kamis (27/8/2026), untuk memantau kedisiplinan pegawai dan kualitas pelayanan publik.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, kembali melakukan pengawasan langsung terhadap kinerja aparatur Pemerintah Kota Bengkulu. Kali ini, Ronny mendatangi secara mendadak kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu, Kamis (27/8/2026).

Sidak tersebut dilakukan bertepatan dengan agenda zoom meeting bersama pemerintah pusat. Kehadiran Ronny di tengah aktivitas kantor menjadi bagian dari upaya memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan sesuai ketentuan.

Dalam pemeriksaan itu, Ronny tidak hanya melihat kondisi pelayanan dan aktivitas pegawai, tetapi juga mengecek tingkat kedisiplinan aparatur. Ia menemukan adanya pegawai yang tidak berada di tempat kerja tanpa disertai keterangan yang jelas.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius bagi Wakil Wali Kota. Menurut Ronny, kedisiplinan aparatur merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, setiap pegawai harus memiliki tanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.

“Ya ini seperti biasa, kita melakukan kontrol terhadap pelayanan-pelayanan yang ada di semua OPD. Bukan hanya di Kominfo, ada juga OPD lain yang menjadi perhatian,” kata Ronny saat berada di lokasi.

Ia menjelaskan, pengawasan tidak hanya diarahkan kepada satu perangkat daerah. Pemerintah Kota Bengkulu secara berkala melakukan pemantauan ke sejumlah OPD sebagai bagian dari evaluasi kinerja aparatur.

Ronny menegaskan, pegawai yang kedapatan tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan akan dicatat dan dilaporkan untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

“Tadi juga ada temuan ada pegawai juga yang tanpa keterangan, dan ini harus kita bawa nanti agar supaya mereka lebih tertib. Atau kalau dia sudah tidak fokus lagi, ya mungkin boleh silakan mengundurkan diri. Biar supaya pelayanan kita terus berjalan,” ujarnya.

Ronny juga menyampaikan pesan tegas bahwa penegakan disiplin ASN di lingkungan Pemkot Bengkulu tidak boleh dipengaruhi hubungan pribadi maupun latar belakang seseorang.

Ia memastikan tidak akan ada kompromi terhadap pegawai yang berulang kali melakukan pelanggaran kedisiplinan. Menurutnya, apabila ketidakhadiran tanpa keterangan menjadi kebiasaan, maka persoalan tersebut harus segera ditangani.

“Enggak ada kompromi lagi, dia orang siapa. Itu nanti sebagai catatan, nanti kita butuh laporannya kalau dia tanpa keterangan dan ini sering dia lakukan, tidak ada kata maaf,” tegas Ronny.

Bagi Ronny, pengawasan terhadap pegawai bukan semata-mata untuk mencari kesalahan. Langkah tersebut diperlukan agar seluruh aparatur memahami tanggung jawabnya sekaligus memastikan masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan akibat rendahnya kedisiplinan.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan ASN sangat berkaitan dengan pelayanan publik. Ketika pegawai tidak menjalankan tugas dengan baik, pelayanan masyarakat berpotensi ikut terganggu.

Selain menyoroti ketidakhadiran pegawai, Ronny meminta setiap ASN memberikan contoh positif bagi lingkungan kerjanya. Sikap pimpinan maupun pegawai senior dinilai dapat memengaruhi perilaku aparatur lain.

Jika seorang pegawai terbiasa tidak disiplin, dikhawatirkan kebiasaan tersebut ditiru oleh bawahannya. Kondisi itu pada akhirnya dapat menciptakan budaya kerja yang tidak sehat di lingkungan pemerintahan.

“Jangan menjadikan contoh bawahan. Kalau dia tidak tertib, ya bawahan-bawahan takutnya juga tidak akan tertib begitu,” pungkasnya.

Pengawasan langsung seperti sidak dinilai menjadi salah satu cara Pemkot Bengkulu menjaga konsistensi kinerja aparatur. Pemerintah berharap seluruh OPD mampu mempertahankan disiplin kerja sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra