Skip to main content

Gebyar Semarak Merah Putih 2026 Resmi Ditutup, Mian Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Ekonomi UMKM Bengkulu

Wakil Gubernur Bengkulu Mian menghadiri sekaligus menutup rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih Provinsi Bengkulu 2026 melalui kegiatan Tabligh Akbar bersama Ustaz Abdul Somad di halaman Rektorat Universitas Bengkulu, Minggu (1/11/2026).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<<>>>   Rangkaian kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih Provinsi Bengkulu Tahun 2026 resmi berakhir dengan suasana penuh khidmat dan kebersamaan. Penutupan kegiatan yang dipusatkan di halaman Rektorat Universitas Bengkulu (UNIB), Minggu (1/11/2026), ditandai melalui pelaksanaan Tabligh Akbar yang menghadirkan ribuan masyarakat.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, hadir secara langsung untuk menutup seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Kehadirannya disambut antusias oleh masyarakat, mahasiswa, civitas akademika Universitas Bengkulu, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu.

Penutupan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menegaskan kembali bahwa semangat nasionalisme, nilai keagamaan, dan pembangunan ekonomi masyarakat merupakan tiga hal yang dapat berjalan beriringan.

Dalam sambutannya, Mian menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih 2026. Ia secara khusus mengapresiasi dukungan Rektor Universitas Bengkulu beserta seluruh sivitas akademika yang telah menyediakan dukungan sehingga agenda penutupan dapat berlangsung dengan baik.

Menurut Mian, kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas dibandingkan sekadar perayaan atau agenda pemerintahan. Gebyar Semarak Merah Putih menjadi wadah mempererat hubungan antarmasyarakat, memperkuat nilai spiritual, sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka.

"Alhamdulillah, hari ini kita menutup rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih 2026 dengan Tabligh Akbar. Kami menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Bengkulu beserta seluruh sivitas akademika yang telah mendukung kegiatan ini. Ini merupakan salah satu cara kita bersyukur, menguatkan iman, sekaligus menggerakkan ekonomi melalui UMKM yang ada di Bengkulu. Semangat nasionalisme harus berjalan seiring dengan keimanan," ujar Mian.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih tahun ini menjangkau 12 titik kegiatan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Kehadiran Universitas Bengkulu sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan memperlihatkan keterlibatan dunia pendidikan dalam mendukung program pemerintah daerah.

Cakupan kegiatan yang melibatkan berbagai wilayah tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat secara lebih merata. Tidak hanya masyarakat perkotaan, pelaku UMKM dari berbagai daerah juga memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan hasil usaha sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

Program Gebyar Semarak Merah Putih 2026 sendiri merupakan gagasan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan setelah menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri. Inisiatif tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan yang menggabungkan semangat kebangsaan, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan kehidupan sosial dan keagamaan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kegiatan serupa dapat menjadi ruang produktif bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan usaha. Dengan adanya kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas, produk lokal memiliki peluang lebih besar dikenal dan diminati konsumen.

Selain menyoroti penguatan ekonomi, Mian juga memberikan perhatian khusus terhadap peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia mengajak mahasiswa Universitas Bengkulu agar tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi turut mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus yang akan menentukan arah kemajuan Bengkulu dan Indonesia. Karena itu, nilai persatuan, toleransi, semangat gotong royong, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus dipelihara.

"Bengkulu adalah miniatur Indonesia. Dari sini kita tunjukkan bahwa kita bisa hidup bersatu, religius, dan tetap mencintai NKRI," tegasnya.

Puncak kegiatan penutupan semakin bermakna dengan kehadiran penceramah nasional Ustaz Abdul Somad (UAS). Ribuan jamaah mengikuti Tabligh Akbar dengan penuh antusias untuk mendengarkan tausiah sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan.

Acara tersebut juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan. Doa juga dipanjatkan untuk kemajuan Provinsi Bengkulu agar semakin berkembang dan masyarakatnya memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.

Melalui penutupan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap semangat yang telah dibangun selama pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. Nilai kebersamaan, kecintaan terhadap tanah air, kepedulian sosial, dan dukungan terhadap UMKM diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Mian kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Universitas Bengkulu dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan agenda tersebut.

"Atas nama Gubernur Bengkulu, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Rektor beserta seluruh sivitas akademika atas dukungan dan partisipasinya dalam agenda hari ini," tutup Mian.

Berakhirnya Gebyar Semarak Merah Putih 2026 diharapkan menjadi awal bagi semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pelaku usaha dalam membangun Bengkulu yang religius, bersatu, serta memiliki perekonomian daerah yang semakin tangguh

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra