Skip to main content

Kapolda Bengkulu Sampaikan Lima Pesan Penting kepada Pelajar SMA Sint Carolus, Tekankan Keselamatan dan Masa Depan Generasi Muda

Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., OLY., saat bertindak sebagai Pembina Upacara di SMA Sint Carolus, Lingkar Barat, Kota Bengkulu, Senin (2/11/2026). Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan lima pesan penting kepada pelajar sebagai upaya membangun generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan sadar hukum.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>   Upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan lingkungan pendidikan terus diperkuat Polda Bengkulu. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan langsung kepada para pelajar sebagai bagian dari langkah preventif dalam membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, serta memiliki kesadaran hukum.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., OLY., hadir sebagai Pembina Upacara di SMA Sint Carolus, kawasan Lingkar Barat, Kota Bengkulu, Senin (2/11/2026) pukul 07.30 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Quick Wins Kapolri yang mendorong terwujudnya sosok polisi humanis, dekat dengan masyarakat, serta aktif memberikan edukasi kepada generasi penerus bangsa.

Upacara diikuti Kepala SMA Sint Carolus, jajaran dewan guru, serta seluruh siswa dan siswi. Turut mendampingi Kapolda dalam kegiatan tersebut, Dirbinmas Polda Bengkulu dan Kasat PJR Ditlantas Polda Bengkulu.

Di hadapan peserta upacara, Kapolda menyampaikan sejumlah arahan penting yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari para pelajar. Ada lima pesan utama yang ditekankan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan sekaligus mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan pertama berkaitan dengan kedisiplinan dan keselamatan saat berkendara. Kapolda mengingatkan para siswa agar tidak mengabaikan aturan lalu lintas, baik ketika menggunakan sepeda motor maupun saat berada di jalan raya.

Menurutnya, kesadaran berlalu lintas harus dibangun sejak usia sekolah. Para pelajar diminta menggunakan kendaraan secara bertanggung jawab, menghindari aksi kebut-kebutan, serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan orang lain.

Ia menegaskan bahwa keselamatan merupakan hal paling utama yang harus diperhatikan setiap pengguna jalan.

Selanjutnya, Kapolda mengajak para pelajar lebih bijaksana dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial.

Ia mengingatkan bahwa kemudahan memperoleh dan membagikan informasi harus diimbangi dengan kemampuan memilah berita yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Para siswa diminta menerapkan prinsip saring sebelum sharing serta tidak terburu-buru meneruskan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

Penyebaran berita bohong atau hoaks, menurut Kapolda, dapat memicu kesalahpahaman, keresahan, bahkan merugikan pihak lain. Karena itu, budaya memeriksa dan memverifikasi informasi perlu menjadi kebiasaan generasi muda.

Pesan ketiga menyangkut pentingnya menjaga diri dari berbagai perilaku negatif. Kapolda secara khusus mengingatkan pelajar untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, rokok elektrik atau vape, minuman keras, serta keterlibatan dalam kelompok geng motor yang mengarah pada tindakan melanggar hukum.

Ia mendorong siswa membangun lingkungan pertemanan yang sehat, saling mendukung dalam kegiatan positif, dan menghormati perbedaan.

Menurutnya, masa sekolah merupakan periode penting untuk membentuk karakter dan menentukan arah kehidupan. Oleh sebab itu, para pelajar harus mampu memilih pergaulan yang membawa manfaat, bukan justru menghambat cita-cita.

Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas, memiliki rasa tanggung jawab, dan mampu memberikan kebanggaan bagi keluarga maupun bangsa.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga memberikan motivasi kepada siswa yang memiliki keinginan untuk mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Ia meminta para pelajar tidak hanya menjadikan profesi polisi sebagai cita-cita, tetapi juga mulai mempersiapkan kemampuan dan kualitas diri sejak sekarang.

Persiapan tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan belajar yang tekun, olahraga secara teratur, menjaga kesehatan, serta membiasakan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

Kapolda menekankan bahwa keberhasilan meraih cita-cita membutuhkan kesungguhan, kerja keras, dan konsistensi. Dengan persiapan yang matang, para siswa diharapkan memiliki peluang lebih baik untuk mewujudkan impiannya.

Pesan kelima berkaitan dengan komitmen kepolisian untuk terus membangun hubungan yang terbuka dengan masyarakat, termasuk kalangan pendidikan.

Kapolda memastikan bahwa Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga siap memberikan pelayanan serta bantuan ketika masyarakat membutuhkan.

Ia mengajak kepala sekolah, guru, dan para siswa agar tidak ragu berkomunikasi dengan kepolisian apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan pendampingan atau bantuan.

Kehadiran polisi di sekolah maupun tempat ibadah merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Kunjungan Kapolda Bengkulu ke SMA Sint Carolus memperlihatkan pentingnya pendekatan edukatif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Melalui interaksi langsung dengan pelajar, kepolisian berupaya menanamkan kesadaran hukum sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang positif.

Program Quick Wins Kapolri melalui konsep Polisi Humanis diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Edukasi sejak bangku sekolah juga menjadi langkah strategis untuk mencegah berbagai persoalan sosial, mulai dari pelanggaran lalu lintas, penyalahgunaan narkoba, penyebaran hoaks, hingga kenakalan remaja.

Dengan sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat, para pelajar diharapkan dapat tumbuh sebagai generasi yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa membangun Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga kedisiplinan, moralitas, tanggung jawab, dan kesadaran hukum sejak dini.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra