Skip to main content

KONI Bengkulu Matangkan Persiapan PON, Empat Cabor Sudah Amankan Tiket

Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dali Sukma

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>   Persiapan kontingen olahraga Provinsi Bengkulu menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikebut. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu kini memfokuskan perhatian pada pemantapan atlet, evaluasi performa, serta membuka peluang tambahan bagi cabang olahraga (cabor) yang masih berjuang mendapatkan tiket ke ajang olahraga nasional tersebut.

Sejauh ini, empat cabang olahraga telah memastikan diri menjadi bagian dari kontingen Bengkulu pada PON mendatang. Keempat cabor tersebut yakni biliar, panahan, sepatu roda, dan tenis lapangan.

Ketua  Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dali Sukma, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kekuatan kontingen Bengkulu. Meski empat cabor telah memperoleh kepastian, KONI masih menunggu perkembangan dari sejumlah cabang olahraga lain yang sedang mengikuti proses seleksi maupun kualifikasi.

Menurut Dali, perjalanan atlet untuk sampai ke PON tidak berlangsung secara instan. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum seorang atlet dinyatakan layak memperkuat provinsi di tingkat nasional.

“Empat cabor sudah dipastikan melaju ke PON, yakni biliar, panahan, sepatu roda dan tenis lapangan. Kami masih berharap cabor lainnya juga mampu memenuhi persyaratan dan memberikan hasil terbaik untuk Bengkulu,” ujar Dali.

Dali menjelaskan, proses menuju PON pada dasarnya diawali dari Seleksi Tingkat Daerah (Selekda). Tahapan tersebut menjadi pintu awal untuk menemukan atlet yang memiliki kemampuan dan potensi terbaik di masing-masing cabang olahraga.

Setelah proses seleksi, atlet akan mengikuti Kejurprov atau Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ajang tersebut menjadi salah satu sarana untuk melihat kemampuan atlet dalam kompetisi sekaligus menentukan siapa saja yang berpeluang masuk dalam pembinaan lebih lanjut.

Atlet yang memenuhi kriteria prestasi, fisik dan teknis kemudian dapat diproyeksikan masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Dalam fase ini, pembinaan dilakukan secara lebih terarah agar atlet siap menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

“Setelah Selekda, ada Kejurprov atau Porprov. Atlet yang memenuhi kriteria kemudian masuk Pelatda. Selanjutnya mereka dipersiapkan menghadapi babak kualifikasi sesuai aturan masing-masing cabor,” jelas Dali.

Tahapan berikutnya adalah mengikuti Pra-PON atau babak kualifikasi PON. Fase ini menjadi salah satu bagian terpenting karena atlet harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh masing-masing induk organisasi olahraga.

Pada beberapa cabang olahraga, tiket PON ditentukan berdasarkan peringkat atau kuota. Sementara untuk cabor tertentu, atlet harus mampu memenuhi batas waktu, skor, atau standar performa yang telah ditentukan.

Karena itu, KONI Bengkulu meminta atlet tidak cepat puas dengan hasil yang sudah diperoleh. Perbaikan teknik, peningkatan kondisi fisik dan penguatan mental bertanding harus terus dilakukan sampai pertandingan berlangsung.

KONI Bengkulu tidak ingin keikutsertaan di PON hanya sebatas memenuhi jumlah peserta. Atlet yang berhasil lolos diharapkan mampu bersaing dan membawa pulang prestasi.

Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, bersama jajaran organisasi terus mendorong peningkatan kualitas pembinaan olahraga daerah. Target medali menjadi salah satu motivasi yang diberikan kepada atlet agar memiliki orientasi prestasi ketika tampil di tingkat nasional.

Dali menegaskan, persaingan di PON akan jauh lebih berat dibandingkan pertandingan tingkat daerah. Oleh sebab itu, atlet harus memiliki kesiapan menyeluruh, mulai dari kemampuan teknis hingga mental menghadapi tekanan pertandingan.

“Kami berharap dukungan dan doa masyarakat Bengkulu. Atlet yang tampil nanti membawa nama daerah. Mudah-mudahan mereka mampu memberikan penampilan terbaik dan mempersembahkan medali,” katanya.

Dukungan masyarakat dinilai penting untuk menjaga semangat atlet selama menjalani proses latihan. Dengan persiapan yang terukur, evaluasi rutin, serta dukungan berbagai pihak, KONI Bengkulu optimistis kekuatan kontingen dapat terus bertambah sebelum PON digelar.

Empat cabor yang telah memastikan tiket menjadi fondasi awal. Sementara itu, peluang dari cabang olahraga lain masih terbuka. Seluruh atlet kini dituntut menjaga konsistensi agar kesempatan tampil di panggung olahraga nasional dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

Pewarta : amg

Editing : Adi Saputra