Skip to main content

Pemkab Kepahiang Dukung Percepatan Swasembada Bawang Putih Bersama Polda Bengkulu

Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP menghadiri rapat tindak lanjut penanaman bawang putih serentak bersama Kapolda Bengkulu dan sejumlah kepala daerah di Gedung Awaloedin Djamin Polda Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kabupaten Kepahiang menyatakan komitmennya untuk mendukung program percepatan swasembada bawang putih melalui sinergi bersama Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu dan pemerintah daerah lainnya di Provinsi Bengkulu. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi petani.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP saat menghadiri Rapat Tindak Lanjut Penanaman Bawang Putih Serentak dalam rangka Percepatan Swasembada Bawang Putih bersama Polda Bengkulu.

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Awaloedin Djamin Polda Bengkulu dan dipimpin langsung oleh Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K. Rapat ini juga dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Plt. Bupati Rejang Lebong Hendri Praja serta Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan langkah antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait dalam menyukseskan pengembangan komoditas bawang putih di wilayah Bengkulu.

Bupati Kepahiang Zurdi Nata mengatakan, pemerintah daerah siap mengambil bagian dalam program nasional tersebut. Menurutnya, pengembangan tanaman bawang putih memiliki potensi besar apabila didukung dengan perencanaan yang matang, pendampingan yang berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para petani.

“Kita berharap melalui rapat ini dapat tercipta keselarasan langkah mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten. Program ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat swasembada bawang putih secara nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zurdi Nata.

Ia menilai keberhasilan program swasembada bawang putih tidak hanya ditentukan oleh kegiatan penanaman semata. Lebih dari itu, diperlukan sistem pendukung yang terintegrasi sejak tahap awal hingga masa panen dan pemasaran hasil produksi.

Karena itu, sejumlah aspek penting menjadi perhatian bersama. Mulai dari kesiapan lahan pertanian, ketersediaan bibit berkualitas, penyediaan pupuk dan sarana produksi, hingga pendampingan teknis kepada petani selama proses budidaya berlangsung.

Selain itu, pengawasan terhadap perkembangan tanaman juga diperlukan agar kendala yang muncul di lapangan dapat segera ditangani. Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan mampu memberikan pendampingan secara intensif demi menjaga produktivitas tanaman bawang putih.

Tidak kalah penting, kepastian penyerapan hasil panen juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan. Dengan adanya pasar yang jelas, petani diharapkan memiliki semangat lebih besar untuk mengembangkan komoditas bawang putih secara berkelanjutan.

Program percepatan swasembada bawang putih ini dinilai memiliki nilai strategis bagi pembangunan sektor pertanian. Selain mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah maupun impor, pengembangan produksi lokal juga dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Kolaborasi antara Polda Bengkulu dan pemerintah kabupaten menjadi salah satu bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Melalui koordinasi yang kuat, setiap tahapan program diharapkan dapat berjalan terarah dan menghasilkan capaian yang optimal.

Bagi Kabupaten Kepahiang, sektor pertanian merupakan salah satu potensi yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan terhadap program penanaman bawang putih menjadi peluang untuk memperluas diversifikasi komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi.

Zurdi Nata menegaskan bahwa keberhasilan program membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, kelompok tani hingga masyarakat harus memiliki komitmen yang sama dalam menyukseskan target percepatan swasembada bawang putih.

Melalui langkah bersama tersebut, program penanaman bawang putih serentak diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan jangka pendek, tetapi berkembang menjadi gerakan pertanian berkelanjutan yang mampu memperkuat kemandirian pangan.

Dengan dukungan lintas sektor dan kesiapan pemerintah daerah, Kabupaten Kepahiang optimistis dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan produksi bawang putih nasional serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan petani di daerah.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra