Skip to main content

Tabligh Akbar Bengkulu, Ustadz Maulana Serukan Ibadah Berkualitas

Tabligh Akbar Bengkulu, Ustadz Maulana Serukan Ibadah Berkualitas

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menghadiri kegiatan Tabligh Akbar yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Bengkulu di Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu, Rabu (28/1). Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum penting dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari.

Tabligh Akbar tersebut merupakan rangkaian Safari Dakwah yang menghadirkan Da’i Nasional Ustadz Maulana. Dengan mengusung tema “Ramadhan di Rumah Kita, Momentum Keharmonisan Keluarga”, kegiatan ini diikuti ratusan jemaah dari berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu, khususnya kaum ibu dan majelis taklim.

Dalam sambutannya, Gubernur Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas konsistensi BKMT dalam menggelar kegiatan dakwah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Menurutnya, Safari Dakwah seperti ini memiliki peran strategis dalam membangun kesiapan spiritual umat Islam, khususnya menjelang Ramadhan.

Helmi Hasan menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keimanan. Ia mengajak seluruh masyarakat Bengkulu untuk menjadikan bulan suci sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat ibadah, serta membangun keluarga yang harmonis dan berakhlak mulia.

“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menata kembali kehidupan, dimulai dari rumah. Keluarga harus menjadi madrasah pertama dalam menanamkan nilai keislaman, akhlak, dan keteladanan,” ujar Helmi Hasan di hadapan jemaah.

Gubernur juga berharap kegiatan tabligh dan safari dakwah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang Ramadhan, tetapi juga di momen-momen penting lainnya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan moral dan sosial masyarakat.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Maulana mengajak seluruh jemaah untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut Ramadhan. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah, baik ibadah wajib maupun sunnah, sebagai bekal meraih keberkahan di bulan yang penuh ampunan tersebut.

Ustadz Maulana menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa karena setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Ia menyebutkan bahwa satu kebaikan di bulan Ramadhan dapat bernilai hingga puluhan kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

“Jangan sia-siakan Ramadhan. Setiap shalat, sedekah, dzikir, dan amal kebaikan akan diganjar pahala berlipat. Namun yang lebih penting adalah kualitas ibadah itu sendiri,” tutur Ustadz Maulana dengan gaya khas yang penuh kehangatan.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak hanya fokus pada kuantitas ibadah, tetapi juga memperhatikan keikhlasan dan konsistensi dalam menjalankannya. Menurutnya, ibadah yang berkualitas akan membawa dampak positif tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Maulana turut menyoroti pentingnya menjadikan rumah sebagai pusat ibadah selama Ramadhan. Ia mengajak para orang tua untuk menjadi teladan bagi anak-anak dalam menjalankan puasa, shalat, dan amalan lainnya, sehingga suasana Ramadhan benar-benar terasa di lingkungan keluarga.

Menjelang akhir acara, kegiatan ditutup dengan aksi sosial yang digelar oleh Tim Sahabat Yatim Indonesia. Panitia mengadakan pelelangan sejumlah barang berupa pigura dan syal yang diikuti dengan antusias oleh para jemaah.

Hasil dari pelelangan tersebut akan disalurkan untuk membantu masyarakat Palestina yang tengah mengalami krisis kemanusiaan. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas umat Islam Bengkulu terhadap sesama, sekaligus menegaskan bahwa nilai Ramadhan juga tercermin dalam kepedulian sosial dan kemanusiaan.

Kegiatan Tabligh Akbar ini pun berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan, meninggalkan pesan mendalam bagi jemaah untuk menyambut Ramadhan dengan iman, kebersamaan, dan kepedulian.

Pewarta : Agus Faisal 

Editing : Adi Saputra