Skip to main content

Tanpa Sekat Birokrasi, Pimpinan Forkopimda Kotamobagu Hadiri Dialog Terbuka dan Siap Jawab Keresahan Warga

Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., menghadiri diskusi publik dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar Exposure Community Bolaang Mongondow Raya di kawasan Paloko Kinalang, Kota Kotamobagu. Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan untuk memperkuat persatuan, melestarikan kebudayaan, dan mendorong peran aktif generasi muda dalam pembangunan daerah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<<>>>   Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, menjadi momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga persatuan, melestarikan kebudayaan, serta mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.

Semangat tersebut diwujudkan melalui diskusi publik bertajuk “Menjaga Persatuan, Merawat Kebudayaan, dan Menggerakkan Perubahan” yang diselenggarakan Exposure Community Bolaang Mongondow Raya (BMR) di kawasan Paloko Kinalang (Sanpalk), Kota Kotamobagu.

Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi kalangan pemuda, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah untuk bertukar pikiran sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan masa depan daerah dan bangsa.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi. Mereka adalah Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Utara Awaluddin Umbola, Direktur Bolmong Raya Institute Donal Qomadiansyah Tungkagi, pemerhati sejarah Tio Mokoagow, serta Anggota DPRD Kota Kotamobagu Refly Setiawan Mamonto.

Hadir pula Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Halik, Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu Sofyan Mokoginta, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta ratusan mahasiswa dan perwakilan organisasi kepemudaan se-Bolaang Mongondow Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib menyampaikan penghargaan kepada Exposure Community BMR yang telah mengambil inisiatif menghadirkan forum diskusi bagi generasi muda.

Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis karena memberikan kesempatan kepada pemuda untuk memperoleh wawasan, menyampaikan pendapat, serta memahami berbagai sudut pandang dalam melihat persoalan sosial dan pembangunan.

Ia menilai pemikiran yang disampaikan para narasumber dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus referensi bagi peserta dalam membentuk pola pikir yang lebih terbuka, kritis, dan konstruktif.

Weny berharap forum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga mampu melahirkan gagasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami menyambut baik dan berterima kasih atas terselenggaranya Mobakid Pemuda ini. Apa yang disampaikan oleh para narasumber pemantik malam hari ini tentu menjadi kerangka acuan dan tolak ukur pemikiran bagi para pemuda yang hadir,” ungkap Weny.

Lebih jauh, Wali Kota menekankan pentingnya keberanian generasi muda dalam menentukan masa depan. Menurutnya, anak muda harus memiliki cita-cita besar, semangat untuk terus berkembang, serta kemampuan menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa setiap impian harus diwujudkan melalui langkah yang benar, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Pesan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semangat kemerdekaan yang harus diisi melalui karya, prestasi, dan kontribusi nyata. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, melainkan perlu mengambil bagian sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.

“Teruslah bermimpi, teruslah mengejar cita-cita, namun ingat untuk selalu menempatkan impian dan cita-cita itu pada jalur yang sebenarnya. Jalur yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan seluruh masyarakat. Bangsa kita sudah merdeka, mari isi kemerdekaan ini dengan kemampuan serta perbuatan-perbuatan yang baik,” tegasnya.

Mengangkat tema persatuan dan kebudayaan, diskusi tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari kemampuan masyarakat menjaga kerukunan serta menghargai keberagaman.

Bagi generasi muda di Bolaang Mongondow Raya, pemahaman terhadap sejarah dan kebudayaan lokal merupakan bagian penting dalam membangun identitas sekaligus menghadapi perkembangan zaman.

Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, pemuda diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai budaya tanpa kehilangan kemampuan beradaptasi dengan berbagai inovasi baru.

Peran pemuda juga dibutuhkan untuk menjaga ruang publik tetap sehat, memperkuat toleransi, serta mencegah perbedaan pandangan berkembang menjadi perpecahan.

Karena itu, dialog antara pemerintah, aparat keamanan, penyelenggara pemilu, akademisi, dan komunitas kepemudaan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesamaan visi mengenai masa depan daerah.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun lingkungan yang kondusif bagi perkembangan generasi muda.

Pemerintah Kota Kotamobagu diharapkan terus memberikan ruang partisipasi bagi anak muda agar gagasan dan kreativitas mereka dapat berkembang menjadi program maupun kegiatan yang berdampak langsung.

Sementara itu, komunitas kepemudaan diharapkan mampu menjaga semangat kolaborasi, memperluas kegiatan edukatif, serta mendorong lahirnya generasi yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.

Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi pengingat bahwa persatuan bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap budaya, dan keberanian melakukan perubahan, pemuda di Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya diharapkan mampu menjadi kekuatan penting dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi terus hidup melalui karya, gagasan, dan tindakan positif generasi muda.

Pewarta : Gusman 

Editing : Adi Saputra