Skip to main content

KCS ODOT Bengkulu Tebar Kepedulian Lewat Pembagian Daging Kurban di Hari Tasyrik

KCS ODOT Bengkulu menyalurkan daging kurban dari enam ekor sapi kepada 200 kepala keluarga di Sungai Kotong, Desa Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah pada Hari Tasyrik Iduladha 1447 Hijriah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Semangat berbagi pada momentum Iduladha 1447 Hijriah kembali ditunjukkan Komunitas Cinta Sedekah (KCS) One Day One Thousand (ODOT) Bengkulu. Pada Hari Tasyrik, Jumat (29/5/2026), komunitas sosial tersebut melaksanakan penyembelihan dan distribusi hewan kurban kepada masyarakat yang berada di wilayah minim pelaksanaan kurban.

Tahun ini, sebanyak enam ekor sapi disembelih dan dagingnya dibagikan kepada sekitar 200 kepala keluarga di kawasan Sungai Kotong, Desa Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah. Wilayah tersebut dipilih karena dinilai sangat membutuhkan bantuan dan belum tersentuh pembagian hewan kurban dari pihak lain.

Ketua KCS ODOT Bengkulu, Nurmala Dewi, mengatakan kegiatan berbagi kurban tersebut merupakan agenda rutin komunitas setiap Iduladha sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat kurang mampu.

“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali diberikan amanah untuk menyalurkan daging kurban kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ada enam ekor sapi yang dibagikan kepada warga Sungai Kotong, Desa Pondok Kelapa,” ujar Nurmala Dewi yang akrab disapa Uni Awi.

Menurutnya, penentuan lokasi distribusi dilakukan setelah pihak komunitas melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Dari hasil pendataan diketahui masih terdapat beberapa dusun yang sama sekali tidak melaksanakan penyembelihan hewan kurban tahun ini.

“Di sana bukan hanya minim kurban, tetapi memang tidak ada hewan kurban sama sekali. Bahkan ada tiga dusun yang belum mendapatkan pelaksanaan kurban. Karena itu kami menilai lokasi ini sangat layak menjadi prioritas bantuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi saat menerima pembagian daging kurban. Warga merasa terbantu karena selama Iduladha tahun ini belum memperoleh pembagian daging dari mana pun.

Kegiatan tersebut, lanjut Nurmala, juga menjadi bagian dari misi besar KCS ODOT dalam membangun budaya sedekah di tengah masyarakat. Melalui gerakan One Day One Thousand, komunitas berupaya mengajak masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezeki secara rutin demi membantu sesama.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat secara langsung kepada masyarakat penerima, tetapi juga menjadi ladang amal dan keberkahan bagi seluruh donatur yang telah mempercayakan kurbannya kepada KCS ODOT,” tuturnya.

Sementara itu, Penasehat KCS ODOT Bengkulu, Sefty Yuslinah, mengungkapkan rasa syukur atas konsistensi komunitas dalam menjalankan program sosial kemasyarakatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan para donatur yang terus mendukung berbagai aksi sosial komunitas tersebut.

“Alhamdulillah, pada hari ketiga Tasyrik ini kami masih bisa berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Terima kasih kepada keluarga besar KCS ODOT dan seluruh donatur yang terus mendukung program-program sosial kami,” kata Sefty.

Ia berharap jumlah hewan kurban yang disalurkan setiap tahun dapat terus meningkat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat di daerah terpencil maupun wilayah yang belum tersentuh bantuan.

Menurut Sefty, kegiatan sosial KCS ODOT tidak hanya dilakukan saat Iduladha. Komunitas tersebut secara rutin menjalankan program bantuan sosial mingguan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah di Bengkulu.

“ODOT bukan hanya hadir saat momen kurban saja. Setiap Jumat kami rutin menyalurkan bantuan untuk warga sakit, membantu pembangunan masjid, mushala, hingga fasilitas pendidikan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan berbagi daging kurban ini, KCS ODOT Bengkulu berharap nilai kepedulian, gotong royong, dan semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain menjadi sarana ibadah, kurban juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat yang selama ini jarang menikmati pembagian daging kurban saat Hari Raya Iduladha.
Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra