TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Korem 041/Gamas menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman Makorem 041/Gamas, Bengkulu, Rabu (28/10/2026). Kegiatan berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan pemuda sekaligus momentum memperkuat nasionalisme di tengah berbagai tantangan zaman.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Ajudan Jenderal Korem (Kaajenrem) 041/Gamas Bengkulu, Letkol CAJ (K) Yulyani, S.Sos. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan tertib, mencerminkan penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh generasi muda Indonesia pada masa lalu.
Peringatan tahun ini membawa pesan penting tentang peran strategis pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa. Semangat tersebut sejalan dengan tema yang disampaikan dalam kegiatan, yakni*“Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, serta tema utama *“Wujudkan Semangat Pemuda untuk Indonesia”
Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan pada upacara tersebut, terdapat tiga nilai utama yang diharapkan menjadi pedoman generasi muda Indonesia, yaitu patriotisme, kegigihan, dan empati.
Nilai patriotisme mengingatkan pemuda agar terus menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Rasa cinta bangsa tidak cukup diwujudkan melalui simbol atau seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata, sikap bertanggung jawab, serta kesediaan berkontribusi bagi masyarakat dan negara.
Sementara itu, kegigihan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis. Persaingan global, kemajuan teknologi, serta perubahan sosial menuntut pemuda untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Adapun empati berkaitan dengan kemampuan memahami keadaan dan kebutuhan orang lain. Sikap ini diperlukan agar kemajuan generasi muda tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ketiga nilai tersebut saling melengkapi dalam membentuk karakter pemuda yang memiliki semangat kebangsaan, daya juang tinggi, serta kepedulian sosial.
Hari Sumpah Pemuda memiliki makna mendalam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang daerah dan organisasi menyatukan tekad melalui ikrar bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Ikrar tersebut menjadi tonggak penting tumbuhnya kesadaran nasional yang melampaui perbedaan suku, daerah, dan kelompok. Persatuan yang dibangun para pemuda pada masa itu turut menjadi fondasi bagi perjuangan panjang menuju kemerdekaan Indonesia.
Nilai sejarah tersebut tetap relevan hingga saat ini. Di tengah keberagaman masyarakat dan derasnya arus informasi, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga kerukunan, menolak sikap yang memecah belah, serta memperkuat semangat gotong royong.
Peringatan di lingkungan Korem 041/Gamas menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bukan hanya tugas aparat negara, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Semangat Sumpah Pemuda diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui pendidikan, kegiatan sosial, pengembangan keterampilan, maupun partisipasi aktif dalam pembangunan.
Pemuda juga dituntut mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak, menyaring informasi sebelum menyebarkannya, serta membangun budaya dialog di tengah perbedaan pandangan. Langkah tersebut penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan saling menghargai.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, nilai patriotisme, kegigihan, dan empati menjadi pesan utama bagi generasi penerus agar tidak melupakan sejarah sekaligus mampu menjawab kebutuhan masa depan.
Kebersamaan yang telah diwariskan para pendahulu harus terus dipelihara melalui tindakan nyata. Dengan semangat persatuan dan kepedulian, pemuda diharapkan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju, damai, dan sejahtera.
Upacara peringatan di Korem 041/Gamas pun menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan, bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk membangun masa depan Indonesia.
Pewarta: Sanusi
Editing: Adi Saputra