TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata menggelar kegiatan sosialisasi sinergi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pelaku usaha untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (24/7) di Balai Kota Merah Putih, dan dihadiri berbagai elemen strategis, baik dari pemerintah maupun kalangan usaha.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno, Dandim 0407 Bengkulu Kolonel Inf. Widi Rahman, dan Kajari Bengkulu Yeni Puspita yang sekaligus menjadi narasumber utama. Selain itu, hadir pula Pj Sekda Kota Bengkulu Tony Elfian, Asisten II Sekretariat Daerah Sehmi, sejumlah Kepala OPD terkait, serta para pelaku usaha dari berbagai sektor.
Dalam sambutannya, Walikota Dedy Wahyudi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk terus mendorong kemajuan sektor pariwisata. Ia mengungkapkan bahwa saat ini ada dua strategi utama yang tengah diimplementasikan untuk menarik kunjungan wisatawan ke Kota Bengkulu.
“Ada dua pendekatan yang kami lakukan untuk menarik orang datang ke Bengkulu. Pertama, melalui penyelenggaraan event berskala nasional secara rutin. Kedua, dengan memperindah dan memperkuat daya tarik destinasi wisata yang ada,” ujar Dedy.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota sedang merancang kalender kegiatan wisata agar setiap bulan terdapat event nasional yang dapat mengangkat nama Bengkulu ke tingkat nasional, bahkan internasional. Menurutnya, event-event tersebut menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal karena mampu menarik minat wisatawan serta mendorong perputaran uang di sektor riil.
Tak hanya fokus pada event dan infrastruktur wisata, Dedy juga menyoroti pentingnya peran aktif para pelaku usaha dalam mendukung ekosistem pariwisata. Ia meminta pelaku usaha, terutama rumah makan dan hotel, memberikan pelayanan terbaik dengan harga yang terjangkau.
“Kami mengajak pelaku usaha rumah makan untuk menyediakan menu yang berkualitas dengan harga yang ramah di kantong. Untuk hotel, kami ingin agar identitas lokal turut ditonjolkan. Seperti di Bali ada ‘udeng’, kita di Bengkulu punya ‘kebek palak’. Saya ingin seluruh pelayan hotel mengenakan kebek palak sebagai simbol budaya kita,” tegas Dedy.
Upaya lain yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Bengkulu untuk mendongkrak kunjungan wisata adalah pemberian insentif kepada wisatawan. Dalam waktu dekat, Pemkot akan meluncurkan program pengundian struk belanja dan makan di restoran lokal, yang berlaku bagi wisatawan maupun warga lokal. Program ini menjadi inovasi dalam menarik minat masyarakat untuk mengunjungi dan berbelanja di destinasi lokal.
Setiap bulan akan diundi hadiah menarik seperti sepeda listrik, sedangkan hadiah utama berupa satu unit rumah senilai Rp170 juta akan diundi pada akhir tahun 2026. Program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berkunjung yang berkesan sekaligus memperkuat daya tarik wisata Bengkulu.
“Semakin banyak orang datang dan menikmati kota ini, maka Bengkulu akan tumbuh menjadi kota maju. Pelaku usaha juga akan ikut berkembang. Inilah semangat kolaborasi yang ingin kita bangun,” kata Dedy menutup sambutannya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan pelaku usaha ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Bengkulu sebagai destinasi unggulan di Pulau Sumatera.
Dengan berbagai inovasi dan keterlibatan semua pihak, Bengkulu berpeluang besar menjadi magnet baru pariwisata nasional yang tidak hanya memikat wisatawan, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra