TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu menghadirkan inovasi baru dalam meningkatkan pelayanan publik sekaligus menjaga ketenteraman lingkungan melalui peluncuran Program Praja Wibawa Pembina Warga (Prabawa). Program ini menempatkan satu personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di setiap kelurahan sebagai ujung tombak pemerintah dalam membangun komunikasi, pembinaan, serta deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Peluncuran program tersebut ditandai dengan pelepasan personel Prabawa yang dipimpin langsung Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, di Pendopo Merah Putih, Selasa (4/8/2026). Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Bengkulu dalam memperpendek rantai koordinasi antara pemerintah dan masyarakat di tingkat paling bawah.
Dalam arahannya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa keberadaan anggota Prabawa bukan semata menjalankan fungsi penegakan peraturan daerah, tetapi juga berperan sebagai mitra masyarakat yang mampu memberikan solusi cepat terhadap berbagai persoalan sosial maupun gangguan ketertiban.
"Personel Prabawa harus mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Kehadirannya di setiap kelurahan diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan yang muncul sekaligus meningkatkan rasa aman bagi warga," ujar Dedy.
Ia juga meminta seluruh lurah untuk membangun koordinasi yang solid bersama personel Prabawa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RT, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen pemerintahan di tingkat kelurahan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif.
Menurut Dedy, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengingatkan seluruh personel yang ditugaskan agar menjaga nama baik institusi dengan menjunjung tinggi integritas, etika, serta profesionalisme saat bertugas di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kewibawaan seorang anggota Satpol PP tidak hanya ditentukan oleh atribut maupun seragam yang dikenakan, melainkan juga dari sikap, perilaku, dan cara melayani masyarakat.
"Jaga kehormatan sebagai Praja Wibawa. Wibawa lahir dari kejujuran, kedisiplinan, dan keteladanan. Laporkan setiap perkembangan secara cepat dan akurat karena kalian menjadi mata dan telinga Pemerintah Kota Bengkulu di setiap kelurahan," tegasnya.
Dengan sistem pelaporan yang cepat, pemerintah berharap berbagai persoalan sosial, konflik warga, hingga potensi pelanggaran ketertiban dapat diketahui sejak dini sehingga penanganannya lebih efektif sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Peluncuran Program Prabawa mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA. Menurutnya, inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu merupakan terobosan positif dalam memperkuat pelayanan pemerintahan berbasis wilayah.
Safrizal menilai konsep penempatan personel Satpol PP di setiap kelurahan memiliki potensi besar untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap keberadaan Satpol PP yang selama ini identik dengan penertiban.
"Program ini merupakan inovasi yang patut diapresiasi. Tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi pelaksanaan di lapangan. Jika dijalankan secara berkelanjutan, saya optimistis satu hingga dua tahun ke depan citra Satpol PP akan semakin dekat dengan masyarakat dan lebih dipercaya," katanya.
Ia berharap Program Prabawa dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain dalam membangun pelayanan publik yang lebih responsif dan humanis.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat M. Situmorang, menjelaskan bahwa seluruh personel Prabawa telah diarahkan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat akan diutamakan penyelesaiannya melalui komunikasi, pembinaan, serta mediasi sehingga konflik dapat dicegah sejak awal.
"Personel Prabawa bukan hanya hadir untuk melakukan penertiban, tetapi juga menjadi pembina masyarakat. Pendekatan yang kami utamakan adalah humanis, dialogis, dan mengedepankan solusi sehingga masyarakat merasa dilayani, bukan diawasi," jelas Sahat.
Peluncuran Program Prabawa turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bengkulu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta seluruh personel Satpol PP yang akan bertugas di masing-masing kelurahan.
Melalui inovasi ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap pelayanan publik semakin cepat, koordinasi antarinstansi semakin efektif, serta tercipta lingkungan masyarakat yang aman, tertib, dan harmonis.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra