Skip to main content

Ribuan Jemaah Padati Tabligh Akbar UAS di Bengkulu, Ini Lima Pesan Penting untuk Umat

Ribuan jemaah memadati halaman Rektorat Universitas Bengkulu saat mengikuti tabligh akbar bersama Ustaz Abdul Somad yang menjadi penutup Gebyar Semarak Merah Putih Provinsi Bengkulu 2026.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Ribuan jemaah memadati halaman Rektorat Universitas Bengkulu (UNIB), Minggu (1/11/2026), untuk mengikuti tabligh akbar yang menghadirkan ulama kondang Ustaz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., atau yang akrab disapa UAS.

Kegiatan keagamaan tersebut menjadi penutup rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Sejak pukul 13.00 WIB, masyarakat dari berbagai wilayah mulai berdatangan untuk menyimak tausiah yang dikenal memadukan pesan keislaman, humor, dan nasihat kehidupan.

Antusiasme jemaah tetap tinggi hingga acara berakhir. Bahkan, rintik hujan yang mengguyur kawasan kampus tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk bertahan mengikuti ceramah sampai selesai.

Dalam tausiah tersebut, UAS menyampaikan lima pesan utama yang berkaitan dengan penguatan ekonomi umat, pentingnya pendidikan, pembentukan keluarga, menjaga persatuan, serta mengingat kematian sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Pesan pertama yang disampaikan UAS berkaitan dengan pentingnya membangun perekonomian masyarakat. Menurutnya, kesejahteraan umat perlu didukung melalui kebiasaan membeli produk lokal dan memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.

Ia menyoroti keberadaan lebih dari 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang meramaikan kawasan kegiatan. Berbagai produk makanan dan minuman dijajakan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung selama acara berlangsung.

Dengan gaya ceramah yang diselingi humor, UAS mengajak jemaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli dagangan para pelaku usaha.

Ia menggambarkan bagaimana para pedagang tetap berusaha melayani pembeli meskipun harus menghadapi cuaca panas maupun hujan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya datang menghadiri acara, tetapi juga turut membantu perputaran ekonomi di sekitarnya.

Selain mendorong aktivitas perdagangan, UAS mengingatkan pentingnya zakat dan sedekah sebagai bagian dari ajaran Islam. Ia berharap masyarakat yang memperoleh rezeki berlimpah dapat menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Menurut pesan yang disampaikannya, kepedulian sosial dan kebiasaan berbagi dapat menjadi salah satu cara memperkuat solidaritas sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pesan kedua UAS menitikberatkan pada pendidikan generasi muda. Ia mengingatkan agar anak-anak di Bengkulu tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi.

Keberadaan Universitas Bengkulu disebutnya sebagai salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

UAS mendorong orang tua agar memberikan perhatian serius terhadap masa depan anak-anak mereka. Pendidikan dinilai penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, serta membuka peluang bagi generasi muda dalam memperoleh pekerjaan dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Selanjutnya, ia menyampaikan pesan ketiga mengenai pentingnya membangun keluarga melalui pernikahan setelah seseorang menempuh pendidikan dan memasuki dunia kerja.

Pesan tersebut disampaikan dengan gaya khas UAS yang mengundang tawa sekaligus respons positif dari jemaah. Melalui nasihat itu, ia mengingatkan bahwa pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan berkeluarga merupakan bagian dari perjalanan hidup yang perlu dijalani dengan tanggung jawab.

Pada pesan keempat, UAS mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang berpotensi memecah belah.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan cepat, tetapi tidak semuanya layak dipercaya atau ditanggapi secara emosional.

UAS kemudian menceritakan pengalamannya dalam mengelola akun media sosial. Ia memilih tidak memegang langsung kata sandi akun resminya karena menyadari bahwa komentar negatif dapat memancing reaksi emosional jika dibaca secara langsung.

Pengelolaan akun tersebut diserahkan kepada admin agar aktivitas komunikasi di ruang digital tetap terkendali.

Dari pengalaman itu, UAS mengajak masyarakat memahami batas kemampuan diri ketika berhadapan dengan komentar, kritik, maupun provokasi di internet. Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak membiarkan perbedaan pendapat berubah menjadi permusuhan.

Pesan tersebut relevan bagi masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial, memeriksa kebenaran informasi, serta tidak ikut menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya.

Sebagai pesan kelima sekaligus penutup tausiah, UAS mengajak jemaah merenungkan kepastian kematian yang berlaku bagi setiap manusia.

Ia menegaskan bahwa kekayaan, kemiskinan, jabatan, maupun kedudukan sosial tidak membuat seseorang terbebas dari akhir kehidupan.

Dalam penyampaiannya, UAS menyebut berbagai kelompok masyarakat, mulai dari orang kaya dan miskin hingga gubernur, presiden, pejabat, polisi, dan ulama. Semuanya memiliki kepastian yang sama sebagai makhluk hidup yang kelak akan meninggal dunia.

Pernyataan tersebut membuat suasana halaman Rektorat UNIB berubah hening. Jemaah diajak menyadari bahwa kehidupan bukan semata-mata tentang mengejar materi atau kedudukan, melainkan juga tentang memperbaiki perilaku dan mempersiapkan bekal amal.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat agar setiap orang menggunakan waktu yang dimiliki untuk berbuat baik, membantu sesama, serta menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Meski hujan turun di tengah kegiatan, ribuan jemaah tetap mengikuti acara dengan tertib. Tabligh akbar kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.

Berakhirnya kegiatan tersebut menandai penutupan rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih 2026 yang menghadirkan beragam aktivitas masyarakat.

Kehadiran UAS menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian acara, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pesan keagamaan yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

Lima pesan yang disampaikan dalam tausiah itu mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari penguatan ekonomi melalui dukungan terhadap UMKM, pemerataan kesempatan pendidikan, tanggung jawab membangun keluarga, menjaga persatuan di tengah derasnya informasi digital, hingga kesadaran terhadap kematian.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Bengkulu diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman mengikuti tabligh akbar, tetapi juga menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Keterangan foto: R

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra