Skip to main content

Polisi Beli Dagangan Pedagang Tahu, Lalu Bagikan kepada Warga di Depan DPR/MPR

Sejumlah polisi membeli habis dagangan tahu di sekitar Gedung DPR/MPR RI Jakarta, kemudian membagikannya kepada warga dalam aksi humanis.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID — Di tengah padatnya aktivitas penyampaian aspirasi masyarakat di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), sebuah aksi sederhana dari sejumlah anggota kepolisian justru menjadi perhatian. Para personel Polri yang sedang menjalankan tugas memilih berhenti sejenak untuk membeli dagangan seorang penjual tahu di sekitar lokasi.

Bukan sekadar membeli, seluruh tahu yang masih tersisa kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berada di kawasan tersebut. Aksi spontan itu menghadirkan suasana berbeda di tengah situasi yang berlangsung dinamis di sekitar kompleks parlemen.

Momen tersebut diketahui melalui sebuah video yang diunggah akun Instagram Matabebas. Dalam rekaman itu, terlihat sejumlah personel kepolisian mendatangi pedagang tahu dan membeli makanan yang masih tersedia.

Setelah transaksi selesai, personel kemudian membawa tahu tersebut untuk dibagikan kepada warga. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi dipersilakan mengambil makanan secara langsung.

“Warga silakan, boleh makan, silakan,” terdengar suara dalam video ketika warga mulai mengambil tahu yang telah dibagikan.

Bagi pedagang, aksi tersebut membawa keuntungan tersendiri. Dagangan yang sebelumnya masih tersisa akhirnya habis dibeli. Pada saat yang sama, warga mendapatkan makanan secara cuma-cuma dari personel kepolisian.

Momen kecil tersebut memperlihatkan adanya interaksi langsung antara aparat, pedagang, dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI. Aktivitas itu berlangsung tanpa mengganggu pelaksanaan tugas kepolisian dalam mengawal kegiatan penyampaian aspirasi.

Pendekatan Humanis Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, tindakan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis yang terus didorong dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Menurutnya, tugas polisi di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan pengamanan maupun pelayanan dalam konteks formal. Komunikasi dan interaksi sederhana juga dinilai penting untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat dengan pendekatan yang humanis. Di tengah pelayanan, personel juga tetap berinteraksi dan membangun kedekatan dengan masyarakat,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Ia menilai kepedulian yang ditunjukkan melalui tindakan sederhana dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan hubungan positif antara polisi dan masyarakat.

“Hal-hal sederhana seperti ini merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang selalu kami kedepankan,” lanjutnya.

Budi juga menegaskan bahwa keberadaan anggota kepolisian di ruang publik diharapkan tidak menciptakan jarak dengan masyarakat. Sebaliknya, personel didorong untuk tetap menunjukkan sikap terbuka, santun, serta peka terhadap kondisi warga di sekitarnya.

Tetap Jalankan Tugas Pengamanan

Aksi membeli dan membagikan tahu tersebut berlangsung ketika personel kepolisian tengah melaksanakan tugas di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Setelah kegiatan berbagi makanan selesai, para anggota kembali melanjutkan tugas pelayanan dan pengamanan di lokasi.

Menurut Budi, sikap humanis tidak berarti mengurangi profesionalitas personel dalam menjalankan tanggung jawab. Keduanya justru dapat berjalan beriringan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri hadir sebagai bagian dari masyarakat. Ketika ada kesempatan untuk saling membantu dan berbagi, tentu itu menjadi hal yang baik dan mencerminkan semangat pelayanan yang humanis,” katanya.

Peristiwa tersebut menjadi gambaran lain dari dinamika kawasan DPR/MPR RI pada saat masyarakat menyampaikan aspirasi. Di tengah aktivitas pengamanan, terdapat pula ruang bagi interaksi kemanusiaan yang sederhana.

Bagi pedagang, dagangan habis terjual. Bagi warga, ada makanan yang bisa dinikmati. Sedangkan bagi personel kepolisian, tindakan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang dilakukan di sela-sela menjalankan tugas.

Aksi sederhana itu sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat hadir melalui berbagai bentuk, termasuk perhatian kecil yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat.

Keterangan Foto: Sejumlah personel kepolisian membeli dagangan tahu dari pedagang di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), kemudian membagikannya kepada warga sebagai bagian dari interaksi humanis di sela tugas pengamanan. (Foto: Tangkapan layar Instagram Matabebas)
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra