TEROPONGPUBLIK,CO.ID - Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melakukan penataan kawasan perkotaan guna memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan estetika ibu kota kabupaten. Salah satu langkah yang akan dilakukan pada Tahun Anggaran 2026 ini adalah pembangunan monumen di Bundaran Kota Mukomuko yang dipadukan dengan penataan kawasan di sekitarnya. Pembangunan monumen tersebut akan didukung anggaran sekitar Rp600 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mukomuko Tahun 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, IR.Apriansyah, ST,MT mengatakan monumen yang akan dibangun di kawasan bundaran utama kota itu dirancang tidak hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai simbol yang merepresentasikan identitas dan semangat pembangunan daerah kabupaten Mukomuko.
“Pembangunan monumen ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mempercantik wajah ibu kota kabupaten sekaligus menghadirkan landmark Mukomuko yang memiliki nilai filosofi. Pemerintah ingin menghadirkan sebuah ikon yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat Mukomuko, ” ujar Apriansyah beberapa waktu lalu di kantornya.
Menurutnya Apriansyah , saat ini Dinas PUPR masih menyempurnakan desain dan konsep penataan kawasan agar pembangunan monumen selaras dengan tata ruang kota serta fungsi kawasan sebagai ruang publik.
Selain pembangunan monumen utama, pemerintah daerah juga akan melakukan penataan menyeluruh di area bundaran, termasuk peningkatan fasilitas pendukung untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata, asri, nyaman, dan representatif.
“Bukan hanya monumennya saja yang akan Kami bangun, tetapi juga kawasan di sekitarnya. Penataan dilakukan agar bundaran ini menjadi ruang publik yang lebih menarik, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.
Ditambahkan Apriansyah, sejumlah pekerjaan pendukung yang direncanakan antara lain pemasangan lampu penerangan, pembenahan fasilitas umum, serta penataan elemen landskap kawasan bundaran. Ia berharap keberadaan monumen tersebut nantinya dapat memperkuat citra Kabupaten Mukomuko sekaligus menjadi salah satu titik perhatian bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke daerah tersebut.
“Bundaran merupakan salah satu gerbang visual kota. Karena itu, kami ingin kawasan ini tampil lebih representatif dan mencerminkan kemajuan daerah. Harapannya, monumen ini dapat menjadi penanda kota sekaligus ruang publik yang memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Selanjutnya, Apriansyah menegaskan bahwa pembangunan monumen juga membawa pesan tentang pentingnya persatuan dan kebersamaan sebagai modal utama pembangunan daerah.
“Setiap pembangunan memiliki makna. Melalui monumen ini, kami ingin menghadirkan simbol yang mengingatkan bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui semangat kebersamaan, kolaborasi, dan partisipasi seluruh masyarakat,” tutup Apriansyah.
Pemkab Mukomuko berharap penataan Bundaran Kota beserta pembangunan monumen tersebut dapat semakin memperkuat identitas daerah, memperindah wajah kota, serta memberikan nilai tambah bagi kawasan perkotaan sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Pewarta: MTH
Editing: Adi Saputra